- Posted by : Syarif1926
- on : Monday, January 05, 2026
PERBAIKAN INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN
MENUJU ESTETIKA BERKELANJUTAN
A.
Pendahuluan
Infrastruktur
merupakan bagian penting bagi sekolah. Ketersediaan prasarana sekolah yang
memadai merupakan salah satu modal untuk membangun suasana lingkungan sekolah
lebih nyaman dan kondusif untuk proses pembelajaran lebih efektif dan memiliki
mutu yang baik. Kualitas infrastruktur tentu harus memenuhi berbagai syarat
baik secara fungsi maupun secara kelayakan dan kenyamanan. Atas dasar itulah,
maka pemenuhan kecukupan dan peningkatkan kualitas prasarana sekolah terus
ditingkatkan demi menjaga kualitas pendidikan.
Hal itu
sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung,
Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
24 Tahun 2007 menjadi payung hukum dalam upaya Renovasi Sekolah. Undang-Undang Nomor2
8 Tahun 2002 dan PP Nomor 36 Tahun 2008 menjelaskan bahwa persyaratan pemenuhan
fungsi utama bangunan ditinjau pada dua persyaratan teknis yaitu, 1)
persyaratan tata bangunan dan lingkungan; 2) persyaratan keandalan bangunan, khususnya
terhadap aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Aspek-aspek
tersebut menjadi salah satu pertimbangan dasar perlunya dilakukan upaya
Renovasi Sekolah SMA/SMK.
Serta Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 menyebutkan bahwa usia bangunan
SMA/SMK dipersyaratkan dapat berfungsi dengan baik hingga 20 tahun. Namun pada umumnya
dijumpai diberbagai daerah banyak bangunan SMA/SMK yang diantaranya sudah tidak
layak pakai khususnya beberapa lembaga pendidikan dibawah naungan yayasan,
sehingga perlu direnovasi. ketika hal
itu dibebankan kepada yayasan dan masyarakat akan sangat lama maka hal itu
menjadi tanggungjawab negara.
Berdasarkan
kebijakan sumber dana untuk penyelenggaraan pendidikan berasal dari tiga sumber
utama, yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ketiga pihak
ini yang mendukung pemenuhan dan peningkatan mutu insfrastruktur sekolah sesuai
dengan kewenangannya masing-masing. Dalam konteks infrastruktur inilah,
Pemerintah Pusat terus mendorong agar setiap satuan pendidikan memenuhi
kebutuhan prasarana sesuai standar yang telah ditetapkan.
Fokus dari
program ini adalah bagaimana memperbaiki dan meningkatkan kualitas tampilan
atau perwajahan sekolah tua agar memiliki penampilan yang lebih baik dan layak untuk
kegiatan pembelajaran, sehingga tercipta suasana belajar dan proses
pembelajaran yang optimal. Kondisi bangunan sekolah seiring dengan bertambahnya
usia akan mengalami penurunan keandalan bangunan dan nilai estetika. Penurunan
keandalan ini dapat diakibatkan oleh pola penggunaan bangunan, kondisi cuaca
dan perubahan fungsi ruang. Kondisi bangunan sekolah yang menurun keandalannya
akan memengaruhi performa fungsi bangunan. Pada sisi lain nilai estetika
bangunan khususnya pada bangunan-bangunan SMA/SMK denga nmodel standar, seiring
dengan berjalannya waktu perlu menyesuaikan dengan perkembangan arsitektur lingkungan.
Untuk itu upaya peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, atau yang
dikenal sebagai Renovasi Sekolah perlu dilakukan pada bangunan-bangunan SMA/SMK.
Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) yang berarda dibawah naungan Yayasan Islam Hasan
Kafrawi yang terletak di Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara salah satunya,
Sekolah yang mulai berdiri pada tanggal 20 Juni 2004 ini menerima manfaat untuk
memperindah Estetika dan wajah sekolah. Bangunan yang telah direnovasi
diharapkan dapat: 1) Meningkatkan kualitas dan kondisi fisik bangunan sekolah,
sehingga dapat memenuhi fungsinya sebagai prasarana pendidikan dan pembelajaran
di sekolah yang memadai dan sesuai dengan jaman; 2) Terpenuhinya aspek
keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan dari prasyarat teknis bangunan,
sehingga peserta didik merasa nyaman dan tidak bosan dalam pembelajaran; 3) Membangun
citra baru bangunan SMK Hasan Kafrawi Mayong yang tertata dan berpenampilan
menarik, tidak kusam dan biasa; 4) Menunjang peningkatan kualitas pendidikan
dalam transfer of knowledge serta meningkatkan
ketrampilan sesuai dengan jurusan yang ada; dan 5) Standar ruang belajar yang
sesuai dengan kejuruan yang dilengkapi dengan alat pembelajaran modern.
B.
Alur Penerapan Bantuan
Dalam
penerapan bantuan yang diterima SMK Hasan Kafrawi Mayong, dilakukan dengan
prinsip sebagai berikut:
1.
Prinsip Transparan
Proses penerimaan bantuan diketahui bersama oleh stake
holder, karyawan sekolah, komite sekolah, warga sekolah dan masyarakat umum,
sehingga warga sekolah dan masyarakat dapat memberikan saran, kritik, serta
melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan pekerjaan.
2.
Prinsip Partisipatif
Dalam penerapan alokasi bantuan yang diterima oleh SMK
Hasan Kafrawi Mayong, Pengelolaan bantuan dilakukan, direncanakan, dikerjakan
dan diawasi sendiri dengan melibatkan warga sekolah dan masyarakat untuk
berpartisipasi secara aktif dalam memberikan dukungan terhadap perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sedangkan
untuk peralatan melalui penyedia barang dengan menerapkan prinsip-prinsip
pengadaan barang/jasa yaitu efesiensi, efektifitas dan mengutamakan produk
dalam negeri serta dapat dipertanggungjawabkan.
3.
Prinsip Demokratis
Dalam penyusunan perencanaan, pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah ditempuh melalui jalan musyawarah/mufakat dengan memberikan
kesempatan kepada setiap individu mengajukan saran, kritik atau pendapat.
4.
Prinsip Akuntabel, efektif dan Efisien
Dalam Pengelolaan dana bantuan dapat
dipertanggungjawabkan secara kualitas, kuantitas pekerjaan maupun penggunaan
keuangan, sesuai dengan proposal yang telah disetujui. Serta pemanfaatan dana
bantuan sangat efektif dalam pembelanjaan dan sangat efisien.
C.
Tampilan Baru SMK Hasan Kafrawi Mayong
SMK Hasan
Kafrawi Mayong merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada dilingkungan
Yayasan Islam Hasan Kafrawi yang terletak di Dukuh Randubangu RT 06 RW 02 Desa
Pancur Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah, tepatnya sangat
strategis karena berada di seberang jalan sehingga akses dan transportasi tidak
menjadi kendala. Sekolah dengan jurusan Rekayasa perangkat lunak dan desain
komunikasi visual ini menjadi transormasi baru dalam dunia pendidikan.
Ada sekitar
365 peserta didik yang menimba ilmu di sekolah yang berdiri dilahan seluas 4250
meter persegi ini. Mereka tidak hanya diajari materi akademis dan kejuruan saja
tetapi juga diajari bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan budaya.
Selain itu, mereka juga didorong untuk membiasakan diri menjaga disiplin,serta terbiasa
memberikan senyum, salam, sapa, dan sopan santun.
Untuk
mewujudkan visi tersebut, sekolah berupaya menciptakan suasana pembelajaran
yang kondusif dan menyenangkan dengan mempersiapkan fasilitas, sarana, dan
prasarana pendukung kegiatan pem-belajaran. SMK Hasan Kafrawi Mayong juga
mengembangkan tradisi pembelajaran yang berbasis ahlussunnah wal jama’ah
an-nahdhiyah dalam bingkai metari Tahasus untuk bekal dan pedoman hidup yang
berupa kretampilan-ketampilan agama seperti tahlil, maulid, hafalan surat
pendek dan doa-doa harian serta ngaji kitab syafinatun najah yang siap
digunakan dalam kebiasaan dan praktik dilingkungan masyarakat sekitar,
membiasakan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Sekolah ini juga
menyelenggarakan berbagai kejuaraan baik yang bersifat akademik maupun
nonakademik. Untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, SMK Hasan Kafrawi
Mayong menjalin kerjasama dengan Dunia Industri, Bursa Kerja, lembaga kursus
dan lembaga pendidikan lainnya, termasuk dunia usaha.
Meski
terkendala dengan kenaikan harga material bangunan, namun berkat komitmen semua
pihak yang terlibat, renovasi bangunan sekolah ini pun berhasil diselesaikan
sehingga wajah sekolah ini pun berubah menjadi lebih modern dengan sentuhan
budaya lokal. Selain mempercantik wajah sekolah, renovasi di SMK Hasan Kafrawi
Mayong juga dilakukan pada ruang BK dan OSIS. Sebab, mereka percaya, BK dan
OSIS yang nyaman akan memberikan dampak yang positif bagi guru dan siswa dalam
memberikan layanan kepada peserta didik. Sebelum direnovasi, ruang guru lebih sering
digunakan untuk menyimpan barang-barang dan tugas siswa. Renovasi gedung sekolah
terbukti sangat membantu sekolah untuk memberikan layanan yang lebih baik.
Selain Ruang
BK dan OSIS, SMK Hasan Kafrawi Mayong juga membangun Ruang Pembelajaran Sekolah
Rekayasa Perangkat Lunak dalam melaksanakan proses pembelajaran (teaching
learning process) dan juga ruang praktik yang lebih memadai, selain itu
juga bisa berfungsi sebagai aula pertemuan dan ruang rapat yang bisa digunakan
secara bersama-sama antara warga yayasan, warga sekolah dan masyarakat umum
sehingga dapat memberikan masukan dana untuk proses pengelolaan dan
pengembangan yang berkelanjutan.
Ke depan,
manajemen sekolah berencana untuk mengoptimalkan proses Kegiatan belajar
mengajar dan pemanfaatan laboratorium secara lebih maksimal lagi agar dapat
bersaing dengan tsekolah unggulan melalui kerja sama dengan berbagai unsur dan
dapat menciptakan lulusan yang memiliki hard skill dan soft skill yang mampu
bersaing di dunia kerja dan dapat meneruskan ke jenjang perguruan tinggi agar
dapat menjadi penerus dalam mengelola dan mengembangkan almamater tercinta.
D.
Penutup
Dengan adanya
program pembenahan infastruktur lembaga pendidikan dalam program revitalisasi
lembaga pendidikan, SMK Hasan Kafrawi Mayong dapat berkomitmen untuk terus
memperbaiki bangunan sekolah demi peningkatan pelayanan. Renovasi yang telah
dilakukan memberikan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Program sekolahpun
bisa dilaksanakan dengan baik seperti literasi, ekstrakurikuler, kegiatan
penunjang lainnya. Kondisi ini membuat sejumlah siswa mampu mengolah kompetensi
dan kemampuan sehingga bisa berlaga di berbagai lomba baik tingkat kabupaten,
provinsi hingga nasional.
@ops_SMK Hasan Kafrawi Mayong_1926